Three Hundred : The Power, The Glory, and The Victory
Pernahkah kalian mendengar atau
membaca kisah tentang 300 ? Atau adakah diantara kalian yang tahu cerita
tentang 300 ?
300 merupakan cerita sekaligus
kisah nyata yang melegenda. 300 merupakan jumlah prajurit sparta atau yang
dikenal dengan sebutan spartan, yang berperang melawan tentara Persia yang
berjumlah 170.000. Bayangkan bagaimana pertempuran itu berlangsung. Apakah
pertempuran itu akan berjalan seimbang ? Lalu bagaimana dengan spartan ? Sudah
pasti mereka akan dikalahkan dengan cara yang sangat mudah. Ibaratnya, seperti
kawanan domba di ujung jurang dan kawanan domba itu dikepung oleh sekelompok
singa yang kelaparan. Tidak ada pilihan bagi domba itu. Maju, mundur mati,
mati.
Sekalipun terjebak dalam bayang -
bayang kematian, 300 spartan tidak mau
menyerah sedikit pun. Semangat menggelora dalam darah mereka. Tekad mereka
sekuat beton berlapis baja yang tak mudah tergoyahkan. Nampaknya, mereka
memilih menggenggam pedang lebih kuat daripada mengadahkan tangan dan memohon
pengampunan. Lebih baik mati dengan pedang ketimbang hidup tanpa pedang. Lebih
baik mati daripada menyerah. Sepertinya bahasa mereka menyebut kata menyerah
bersinonim dengan kata unknown atau tidak diketahui.
“ WE ARE SPARTAN ! NEVER RETREAT
! NEVER SURRENDER ! DIE IN BATTLE FIELD IS OUR GREATEST GLORY !”
Nampaknya tentara Persia terlalu
berleha – leha. Satu persatu tentara
Persia gugur pada saat satu tetes darah keluar dari tubuh tentara Sparta. Tak
ada yang bisa menggambarkan betapa merahnya tanah pertempuran saat itu. Pedang
melawan pedang. Nyawa melayang sia – sia. Murka dimana – mana. Bulan pun enggan
muncul karena mungkin darah para prajurit tercurah ke atas langit sehingga
mengenai sang bulan.
300 tentara Sparta dengan tangguhnya
berhasil membasmi tentara Persia. 10.000,
20.000, 30.000, 50.000. Dapatkah hal ini dipercaya ? Pedang mereka sangat haus
darah sehingga 50.000 tentara Persia tak dibiarkan bernafas sedikit pun.
Semangat mereka masih kuat, tetapi fisik mereka semakin lemah. Mata mereka
sudah kemasukan darah dan keringat. Tangan dan kaki mereka tak dapat melangkah
lebih jauh lagi. Mereka hanya dapat mengayun pedangnya. 60.000, 70.000 dan
akhirnya tamatlah riwayat 300 tentara sparta. 170.000 terlalu banyak bagi
mereka. Dan pada akhirnya angka 70.000 adalah angka yang mereka raih. Total
mereka mengalahkan 70.000 tentara Yunani. mereka mati sebagai orang gagah
perkasa. Nama mereka dilambangkan sebagai kekuatan yang abadi sepanjang masa.
Dibalik cerita 300 tentara
Sparta, tenyata ada sebuah cerita yang sama. Jauh sebelum kisah itu ada, telah
ada kisah 300 yang pertama yang ada di dalam Alkitab kita.
1.
1. 1. Tuhan
memilih kita untuk melaksanakan pekerjaan-Nya
Dimulai dari kisah Gideon. Gideon juga dikenal sebagai Yerubaal, adalah
seorang hakim yang muncul dalam Kitab Hakim-hakim, di dalam Alkitab Ibrani atau
Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kisahnya terdapat dalam Hakim-hakim 6-8. Ia
juga disebutkan dalam Surat Ibrani sebagai contoh orang beriman. Gideon adalah
anak Yoas, dari bani Abiezer dari suku Manasye. Nama Gideon berarti "Si
Penghancur", "Pahlawan perkasa" atau "Penebang
(pohon)". .
2.
2. 2. Tuhan
memilih mereka yang mau bekerja bagi-Nya
Seperti halnya Gideon, Allah memanggil umat-Nya untuk menjalakan misi
Allah. Matius si pemungut cukai dan Elisa juga misalnya. Mereka dipanggil oleh
Tuhan untuk menjadi murid Tuhan. Begitu juga orang – orang Waldensia, mereka
ditangkap, disiksa, bahkan dibakar hidup – hidup sampai mati. Semua itu rela
mereka lakukan demi membela nama Tuhan saja.
Hal yang sama ditujukan bagi kita. Bersediakah kita mengikut Tuhan ?
Siapkanlah telinga dan hatimu jika suatu saat Allah akan memilihmu menjadi
utusan-Nya. Janganlah ragu dan jangalah takut sebab Tuhan beserta dengan kita.
Dan jika kita bersedia menerima panggilan Tuhan, sesungguhnya kita beroleh
kedamaian. Kedamaian, bukanlah hadir sebab apa yang kita genggam, melainkan
sebab apa yang kita lepas. Kala kita lepas dunia, tubuh kita meringan, jiwa
kita melayang, menembus langit tanpa halangan. Perhatikanlah dia yang damai,
niscaya kita didapati selalu sibuk memberikan daripada mengumpulkan. I
Petrus 2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang
kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
3.
3. Tuhan
memberikan tugas kepada umat-Nya
Gideon mendapat tugas dari Allah untuk melaksanakan tugas yang sangat
penting. Allah mengutus Gideon untuk melepaskan orang Israel dari tangan orang
Midian (Hak 6 : 14 ).
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah
mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Ayat ini merupakan ayat emas yang pastinya kita sudah hafal bertahun –
tahun lamanya. Namun, apakah kita sudah mengabarkan kabar injil keselamatan
yang kekal itu ? Kita jangan menganggap bahwa mengabarkan injil harus menjadi
seorang Pendeta atau hamba Tuhan yang telah diurapi. Manusia berdosa seperti
kita juga berkewajiban untuk mengabarkan injil. Dan berikut data statistik
tentang Gereja Advent per 2013
Gereja :
75.184
Anggota :
17.994.120
Negara yang dijangkau : 238 Negara
Bahasa yang digunakan : 914 bahasa
Sekolah :
7842 sekolah
Rumah Sakit dan Klinik : 175
Kita bisa lihat perkembangan penginjilan Gereja Tuhan. Itu semua bukan
pekerjaan manusia. Hanya Tuhan Allah sendiri yang membuat penginjilan itu dapat
terlaksana dengan baik. Ada 4 negara yang sampai saat ini sangat sedikit orang
percaya atau belum dimasuki oleh injil. Yang pertama adalah Arab Saudi. Yang
kedua adalah Korea Utara. Yang ketiga adalah Palestina. Yang terakhir adalah
Somalia.
Yang harus kita lakukan adalah berdoa agar pekerjaan Tuhan dapat tersebar
luas di bumi ini dan Tuhan Yesus akan segera datang menjemput umat-Nya. Kita
harus yakin dan percaya bahwa injil akan diberitakan ke seluruh bumi dan
menjadi kesaksian seluruh bangsa dan saat itu barulah tiba kesudahannya (Mat 24
: 14 ).
4. 4. Keragu –
raguan akan menghadang umat-Nya
Sering kali kita sebagai umat
Tuhan kurang iman dan ragu – ragu terhadap panggilan Tuhan. Kita tidak peka
akan bisikan Roh Kudus. Tanda merupakan salah satu cara agar kita dapat
percaya.
“ Oh Tuhan aku bersedia jika Engkau
panggil aku ya Tuhan. Akan tetapi aku meminta tandaMu. Aku ingin motor baru,
mobil baru, dan rumah baru. Jikalau Engkau memberikan itu semua, niscaya
pastilah aku mengikut Engkau Tuhanku.”
Doa tersebut adalah doa orang
yang tidak dibenarkan menurut Firman Tuhan. Orang yang mempunyai iman tidak
akan mungkin meminta tanda dari Tuhan. Orang beriman pasti mengatakan “Inilah
aku utuslah aku.”
Kita bisa lihat Gideon. Gideon
adalah seorang yang kurang percaya ia meminta tanda dari Tuhan. Bahkan ia
sampai meminta 3 tanda dari Tuhan baru ia percaya kepada Tuhan. (Hak 6 : 17 –
40 )
5. 5. Terlalu
Banyak
Hak 7 : 2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat
yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan
orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel
memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang
menyelamatkan aku.
7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang
takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah
dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh
ribu orang.
Sementara Gideon mengumpulkan
orang untuk berperang, Tuhan menyuruh Gideon agar jangan terlalu banyak orang
yang pergi berperang karena Tuhan tidak ingin umat-Nya sombong jika nantinya
menang. 32.000 orang itu cukup banyak. Umat Israel pasti merasa kemenangan itu
berasal dari perjuangannya sendiri bukan berasal dari Tuhan. Padahal, yang
Tuhan inginkan adalah bukan lagi bangsa Israel yang berperang, tetapi Tuhan
sendiri yang berperang melawan bangsa Midian.
Hal yang sama terjadi pada kita. Dengan pasti
kita pernah merasakan bahwa apa yang dimiliki kita saat ini merupakan hasil
dari kerja keras dan usaha kita. Kesuksesan kita itu bukan semata – mata
berasal dari buah kepintaran dan jerih payah kita. Manusia sering kali
melupakan saat – saat ia jatuh dan berusaha untuk bangkit. Mereka lupa siapa
yang mereka mintai tolong. Tak ada yang bisa membuat sesorang bangkit kecuali
tangan Tuhan. Ingatlah bahwa semuanya itu bukanlah usaha manusia sendiri,
tetapi Allah yang memberikannya bagi manusia.
6.
6. Ujian
Rahasia
Hak 7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak
rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu
di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi
bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau,
tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan
pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
Hak 7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah
TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti
anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang
yang berlutut untuk minum."
Hak 7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya,
ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut
minum air.
Allah menganggap 10.000 orang
masih terlalu banyak sehingga ia menguji orang Israel itu. Dan pada akhirnya,
Allah memilih 300 orang yang berhak berperang bersama dengan Tuhan di medan
perang.
7.
7. Jangan
Takut
Hak 7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus
orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang
Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh
pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."
Hakim-hakim 8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor
bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang
masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur;
banyaknya yang tewas ada seratus
dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
Kita bisa lihat jumlah tentara Midian yang berjumlah sekitar 135.000
orang. Bagaimanakah mungkin 135.000
orang melawan 300 orang ? Jikalau kita bandingkan antara tentara Midian dan
orang Israel , kita bisa dapatkan bahwa setiap 1 orang Israel harus melawan 450
tentara Midian. Mungkin jikalau kita menjadi salah satu diantara 300 orang
tersebut, apakah kita tidak gentar melawan musuh ? Jawabannya ada di dalam Yesaya
41:10 “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab
Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan
memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Jadi janganlah takut jikalau Tuhan menyertai kita. Seseorang
yang menyerah ketika ia salah adalah bijaksana, tetapi dia yang menyerah ketika
dia benar adalah seorang pengecut.
8.
8. Perlengkapan
Senjata Allah
Hakim – hakim 7:16 Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam
tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung
kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
Perlengkapan senjata Allah yang diberikan kepada bangsa Israel saat itu
bukanlah sebilah pedang, tameng, maupun tombak, melainkan sangkakala, buyung
kosong, dan suluh di dalamnya. Pernakah kalian berpikir bahwa sangkakala dapat
melukai orang ? Atau apakah dengan melempar buyung kosong kita dapat membunuh
tentara ? Saya pikir benda – benda itu hanya jadi bahan lelucon untuk tentara
Midian.
Janganlah lupa bahwa senjata tersebut mempunyai kuasa illahi. Namun
ketiga senjata Allah tersebut tidaklah cukup untuk mengalahkan tentara Midian. Harus
ada senjata yang terakhir dan yang terutama. Senjata yang terakhir itu adalah
iman.
Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari
segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita
lihat.
Kita bisa melihat bahwa iman kita kepada Allah menjadikan kita pribadi
yang sempurna. Dengan iman, bukan lagi kita yang mengandalkan kekuatan kita
sendiri melainkan hanya Tuhan saja yang bekerja dalam kehidupan kita.
9. 9. Allah
Memberi Kemenangan
Hakim – hakim 7: 20 - 22 Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama
meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya
dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang
demi TUHAN dan demi Gideon!" Sementara itu tinggallah mereka berdiri,
masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara
musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang
ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN
membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara
itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat
Tabat.
Hakim-hakim 8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor
bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang
masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur;
banyaknya yang tewas ada seratus
dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
Kita telah melihat bagaimana kuasa Tuhan telah bekerja dalam problem yang
dihadapi bangsa Israel. Hanya dengan iman, pertolongan Tuhan datang tepat pada
waktunya. Pada akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada bangsa Israel.
Kemenangan ini adalah kemenangan yang luar biasa karena Tuhan telah mengalahkan
musuh-Nya. Dan Bangsa yang dipimpin Gideon ini telah digunakan Tuhan untuk
menunjukkan kuasa-Nya.
Bandingkanlah 2 kisah nyata 300! Kisah 300 pertama mengalami kekalahan. Kemudian
kisah 300 yang kedua mengalami kemenangan. Mungkin kita berpikir bahwa musuh
bangsa Israel hanyalah 135.000 orang tetapi musuh dari Spartan adalah 170.000
orang. Tetapi percayalah bahwa dengan kuasa Tuhan kita bisa melawan 200.000
300.000 bahkan kesusahan dan kesulitan kita sebesar apapun dapat kita kalahkan
hanya dengan iman kita.
Jadi masihkah kalian kuatir tentang hidupmu ? Berserahlah kepada Tuhan
Yesus. Percayalah bahwa engkau akan menjadi pribadi yang tak tergoyahkan, tak
terkalahkan, dan menjadi pemenang dalam hidupmu!
Gott segnet euch!