Jumat, 22 Juli 2016

Three Hundred : The Power, The Glory, and The Victory

Three Hundred : The Power, The Glory, and The Victory 

Pernahkah kalian mendengar atau membaca kisah tentang 300 ? Atau adakah diantara kalian yang tahu cerita tentang 300 ?
300 merupakan cerita sekaligus kisah nyata yang melegenda. 300 merupakan jumlah prajurit sparta atau yang dikenal dengan sebutan spartan, yang berperang melawan tentara Persia yang berjumlah 170.000. Bayangkan bagaimana pertempuran itu berlangsung. Apakah pertempuran itu akan berjalan seimbang ? Lalu bagaimana dengan spartan ? Sudah pasti mereka akan dikalahkan dengan cara yang sangat mudah. Ibaratnya, seperti kawanan domba di ujung jurang dan kawanan domba itu dikepung oleh sekelompok singa yang kelaparan. Tidak ada pilihan bagi domba itu. Maju, mundur mati, mati.
Sekalipun terjebak dalam bayang - bayang kematian,  300 spartan tidak mau menyerah sedikit pun. Semangat menggelora dalam darah mereka. Tekad mereka sekuat beton berlapis baja yang tak mudah tergoyahkan. Nampaknya, mereka memilih menggenggam pedang lebih kuat daripada mengadahkan tangan dan memohon pengampunan. Lebih baik mati dengan pedang ketimbang hidup tanpa pedang. Lebih baik mati daripada menyerah. Sepertinya bahasa mereka menyebut kata menyerah bersinonim dengan kata unknown atau tidak diketahui.
“ WE ARE SPARTAN ! NEVER RETREAT ! NEVER SURRENDER ! DIE IN BATTLE FIELD IS OUR GREATEST GLORY !”
Nampaknya tentara Persia terlalu berleha – leha.  Satu persatu tentara Persia gugur pada saat satu tetes darah keluar dari tubuh tentara Sparta. Tak ada yang bisa menggambarkan betapa merahnya tanah pertempuran saat itu. Pedang melawan pedang. Nyawa melayang sia – sia. Murka dimana – mana. Bulan pun enggan muncul karena mungkin darah para prajurit tercurah ke atas langit sehingga mengenai sang bulan.
300 tentara Sparta dengan tangguhnya berhasil membasmi  tentara Persia. 10.000, 20.000, 30.000, 50.000. Dapatkah hal ini dipercaya ? Pedang mereka sangat haus darah sehingga 50.000 tentara Persia tak dibiarkan bernafas sedikit pun. Semangat mereka masih kuat, tetapi fisik mereka semakin lemah. Mata mereka sudah kemasukan darah dan keringat. Tangan dan kaki mereka tak dapat melangkah lebih jauh lagi. Mereka hanya dapat mengayun pedangnya. 60.000, 70.000 dan akhirnya tamatlah riwayat 300 tentara sparta. 170.000 terlalu banyak bagi mereka. Dan pada akhirnya angka 70.000 adalah angka yang mereka raih. Total mereka mengalahkan 70.000 tentara Yunani. mereka mati sebagai orang gagah perkasa. Nama mereka dilambangkan sebagai kekuatan yang abadi sepanjang masa.
Dibalik cerita 300 tentara Sparta, tenyata ada sebuah cerita yang sama. Jauh sebelum kisah itu ada, telah ada kisah 300 yang pertama yang ada di dalam Alkitab kita.
1.     
1.   1.  Tuhan memilih kita untuk melaksanakan pekerjaan-Nya
Dimulai dari kisah Gideon. Gideon juga dikenal sebagai Yerubaal, adalah seorang hakim yang muncul dalam Kitab Hakim-hakim, di dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kisahnya terdapat dalam Hakim-hakim 6-8. Ia juga disebutkan dalam Surat Ibrani sebagai contoh orang beriman. Gideon adalah anak Yoas, dari bani Abiezer dari suku Manasye. Nama Gideon berarti "Si Penghancur", "Pahlawan perkasa" atau "Penebang (pohon)". .
2.     
2.    2. Tuhan memilih mereka yang mau bekerja bagi-Nya
Seperti halnya Gideon, Allah memanggil umat-Nya untuk menjalakan misi Allah. Matius si pemungut cukai dan Elisa juga misalnya. Mereka dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi murid Tuhan. Begitu juga orang – orang Waldensia, mereka ditangkap, disiksa, bahkan dibakar hidup – hidup sampai mati. Semua itu rela mereka lakukan demi membela nama Tuhan saja.
Hal yang sama ditujukan bagi kita. Bersediakah kita mengikut Tuhan ? Siapkanlah telinga dan hatimu jika suatu saat Allah akan memilihmu menjadi utusan-Nya. Janganlah ragu dan jangalah takut sebab Tuhan beserta dengan kita. Dan jika kita bersedia menerima panggilan Tuhan, sesungguhnya kita beroleh kedamaian. Kedamaian, bukanlah hadir sebab apa yang kita genggam, melainkan sebab apa yang kita lepas. Kala kita lepas dunia, tubuh kita meringan, jiwa kita melayang, menembus langit tanpa halangan. Perhatikanlah dia yang damai, niscaya kita didapati selalu sibuk memberikan daripada mengumpulkan. I Petrus  2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
3.       
    3. Tuhan memberikan tugas kepada umat-Nya
Gideon mendapat tugas dari Allah untuk melaksanakan tugas yang sangat penting. Allah mengutus Gideon untuk melepaskan orang Israel dari tangan orang Midian (Hak 6 : 14 ).  
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Ayat ini merupakan ayat emas yang pastinya kita sudah hafal bertahun – tahun lamanya. Namun, apakah kita sudah mengabarkan kabar injil keselamatan yang kekal itu ? Kita jangan menganggap bahwa mengabarkan injil harus menjadi seorang Pendeta atau hamba Tuhan yang telah diurapi. Manusia berdosa seperti kita juga berkewajiban untuk mengabarkan injil. Dan berikut data statistik tentang Gereja Advent per 2013
Gereja                                  : 75.184
Anggota                                : 17.994.120
Negara yang dijangkau          : 238 Negara
Bahasa yang digunakan         : 914 bahasa
Sekolah                                : 7842 sekolah
Rumah Sakit dan Klinik         : 175

Kita bisa lihat perkembangan penginjilan Gereja Tuhan. Itu semua bukan pekerjaan manusia. Hanya Tuhan Allah sendiri yang membuat penginjilan itu dapat terlaksana dengan baik. Ada 4 negara yang sampai saat ini sangat sedikit orang percaya atau belum dimasuki oleh injil. Yang pertama adalah Arab Saudi. Yang kedua adalah Korea Utara. Yang ketiga adalah Palestina. Yang terakhir adalah Somalia.
Yang harus kita lakukan adalah berdoa agar pekerjaan Tuhan dapat tersebar luas di bumi ini dan Tuhan Yesus akan segera datang menjemput umat-Nya. Kita harus yakin dan percaya bahwa injil akan diberitakan ke seluruh bumi dan menjadi kesaksian seluruh bangsa dan saat itu barulah tiba kesudahannya (Mat 24 : 14 ).   

4.      4. Keragu – raguan akan menghadang umat-Nya

Sering kali kita sebagai umat Tuhan kurang iman dan ragu – ragu terhadap panggilan Tuhan. Kita tidak peka akan bisikan Roh Kudus. Tanda merupakan salah satu cara agar kita dapat percaya.
“ Oh Tuhan aku bersedia jika Engkau panggil aku ya Tuhan. Akan tetapi aku meminta tandaMu. Aku ingin motor baru, mobil baru, dan rumah baru. Jikalau Engkau memberikan itu semua, niscaya pastilah aku mengikut Engkau Tuhanku.”
Doa tersebut adalah doa orang yang tidak dibenarkan menurut Firman Tuhan. Orang yang mempunyai iman tidak akan mungkin meminta tanda dari Tuhan. Orang beriman pasti mengatakan “Inilah aku utuslah aku.”
Kita bisa lihat Gideon. Gideon adalah seorang yang kurang percaya ia meminta tanda dari Tuhan. Bahkan ia sampai meminta 3 tanda dari Tuhan baru ia percaya kepada Tuhan. (Hak 6 : 17 – 40 )

5.      5.  Terlalu Banyak
Hak 7 : 2 Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
Sementara Gideon mengumpulkan orang untuk berperang, Tuhan menyuruh Gideon agar jangan terlalu banyak orang yang pergi berperang karena Tuhan tidak ingin umat-Nya sombong jika nantinya menang. 32.000 orang itu cukup banyak. Umat Israel pasti merasa kemenangan itu berasal dari perjuangannya sendiri bukan berasal dari Tuhan. Padahal, yang Tuhan inginkan adalah bukan lagi bangsa Israel yang berperang, tetapi Tuhan sendiri yang berperang melawan bangsa Midian.
 Hal yang sama terjadi pada kita. Dengan pasti kita pernah merasakan bahwa apa yang dimiliki kita saat ini merupakan hasil dari kerja keras dan usaha kita. Kesuksesan kita itu bukan semata – mata berasal dari buah kepintaran dan jerih payah kita. Manusia sering kali melupakan saat – saat ia jatuh dan berusaha untuk bangkit. Mereka lupa siapa yang mereka mintai tolong. Tak ada yang bisa membuat sesorang bangkit kecuali tangan Tuhan. Ingatlah bahwa semuanya itu bukanlah usaha manusia sendiri, tetapi Allah yang memberikannya bagi manusia.
6.      
     6. Ujian Rahasia
Hak 7:4 Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
Hak 7:5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
Hak 7:6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
Allah menganggap 10.000 orang masih terlalu banyak sehingga ia menguji orang Israel itu. Dan pada akhirnya, Allah memilih 300 orang yang berhak berperang bersama dengan Tuhan di medan perang.
7.       
      7. Jangan Takut
Hak 7:7 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya."
Hakim-hakim 8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.
Kita bisa lihat jumlah tentara Midian yang berjumlah sekitar 135.000 orang.  Bagaimanakah mungkin 135.000 orang melawan 300 orang ? Jikalau kita bandingkan antara tentara Midian dan orang Israel , kita bisa dapatkan bahwa setiap 1 orang Israel harus melawan 450 tentara Midian. Mungkin jikalau kita menjadi salah satu diantara 300 orang tersebut, apakah kita tidak gentar melawan musuh ? Jawabannya ada di dalam Yesaya 41:10 “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Jadi janganlah takut jikalau Tuhan menyertai kita. Seseorang yang menyerah ketika ia salah adalah bijaksana, tetapi dia yang menyerah ketika dia benar adalah seorang pengecut. 
8.           
       8.  Perlengkapan Senjata Allah
Hakim – hakim 7:16 Sesudah itu dibaginyalah ketiga ratus orang itu dalam tiga pasukan dan ke tangan mereka semuanya diberikannya sangkakala dan buyung kosong dengan suluh di dalam buyung itu.
Perlengkapan senjata Allah yang diberikan kepada bangsa Israel saat itu bukanlah sebilah pedang, tameng, maupun tombak, melainkan sangkakala, buyung kosong, dan suluh di dalamnya. Pernakah kalian berpikir bahwa sangkakala dapat melukai orang ? Atau apakah dengan melempar buyung kosong kita dapat membunuh tentara ? Saya pikir benda – benda itu hanya jadi bahan lelucon untuk tentara Midian.
Janganlah lupa bahwa senjata tersebut mempunyai kuasa illahi. Namun ketiga senjata Allah tersebut tidaklah cukup untuk mengalahkan tentara Midian. Harus ada senjata yang terakhir dan yang terutama. Senjata yang terakhir itu adalah iman.
 Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Kita bisa melihat bahwa iman kita kepada Allah menjadikan kita pribadi yang sempurna. Dengan iman, bukan lagi kita yang mengandalkan kekuatan kita sendiri melainkan hanya Tuhan saja yang bekerja dalam kehidupan kita. 



9.      9.  Allah Memberi Kemenangan
Hakim – hakim 7: 20 - 22 Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!"  Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.
Hakim-hakim 8:10 Sementara itu Zebah dan Salmuna ada di Karkor bersama-sama dengan tentara mereka, kira-kira lima belas ribu orang banyaknya, yakni semua orang yang masih tinggal hidup dari seluruh tentara orang-orang dari sebelah timur; banyaknya yang tewas ada seratus dua puluh ribu orang yang bersenjatakan pedang.

Kita telah melihat bagaimana kuasa Tuhan telah bekerja dalam problem yang dihadapi bangsa Israel. Hanya dengan iman, pertolongan Tuhan datang tepat pada waktunya. Pada akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada bangsa Israel. Kemenangan ini adalah kemenangan yang luar biasa karena Tuhan telah mengalahkan musuh-Nya. Dan Bangsa yang dipimpin Gideon ini telah digunakan Tuhan untuk menunjukkan kuasa-Nya.
Bandingkanlah 2 kisah nyata 300! Kisah 300 pertama mengalami kekalahan. Kemudian kisah 300 yang kedua mengalami kemenangan. Mungkin kita berpikir bahwa musuh bangsa Israel hanyalah 135.000 orang tetapi musuh dari Spartan adalah 170.000 orang. Tetapi percayalah bahwa dengan kuasa Tuhan kita bisa melawan 200.000 300.000 bahkan kesusahan dan kesulitan kita sebesar apapun dapat kita kalahkan hanya dengan iman kita.
Jadi masihkah kalian kuatir tentang hidupmu ? Berserahlah kepada Tuhan Yesus. Percayalah bahwa engkau akan menjadi pribadi yang tak tergoyahkan, tak terkalahkan, dan menjadi pemenang dalam hidupmu!
Gott segnet euch!